You are currently viewing Review Buku : Kim Ji Yeong, Lahir 1982

Review Buku : Kim Ji Yeong, Lahir 1982

Yuk Kenalan!

   

    Cho Nam Joo adalah seorang wanita kelahiran Seoul 1978. 10 tahun sebelumnya  dia bekerja sebagai penulis program TV yang mengangkat isu-isu terkini, seperti PD Note, Consumer Report (Complaint Zero), dan Live This Morning. Mengutip dari haibunda.com (Maya Sofia, Nov 2019) novel Kim Ji Young hanya dikerjakan dalam waktu 2 bulan saja.

      Pada saat awal kemunculannya, buku ini telah mengundang kontroversi khususnya bagi kaum antifeminis, tidak jarang para artis di Negara Ginseng yang ketahuan membaca buku ini akan mengalami perundungan secara online dari beberapa pihak. 

    Judul buku Kim Ji Yeong sendiri diambil dari nama asli tokoh utama dari novel ini. Dia adalah seorang wanita kelahiran 1982, tahun dimana Korea Selatan mengalami gejolak politik dan ekonomi. Terlahir sebagai anak perempuan kedua dalam keluarga yang mengharapkan anak laki-laki membuat Kim Ji Yeong mengalami pengalaman “nano-nano” dalam hidupnya. Dia adalah seorang wanita yang disalahkan oleh ayahnya ketika ia diganggu oleh seorang pria, Kim Ji Yeong adalah karyawan teladan yang tidak pernah mendapatkan promosi, dan ia adalah wanita yang rela melepaskan karier dan kebebasannya demi mengasuh anak.

    Novel Kim Ji Yeong, Lahir 1982 memberikan sensasi “nano-nano” kepada pembaca. Buku ini terasa nyata bagi saya karena saya yakin saya  dan wanita lainnya pernah mengalami beberapa pengalaman serupa yang dialami oleh Kim Ji Yeong dan tokoh lainnya. Salah satu kisah dalam novel ini yang menurut saya sangat mengagumkan adalah kisah tentang lima orang teman sekelas Kim Ji Yeong yang mengusir  “Burberry man” yang telah meresahkan banyak siswi di sekolah mereka (hal 54). Kisah lainnya yang cukup menguras emosi adalah “kesenjangan kasih sayang” yang didapatkan antara Kim Ji Yeong dan kakak perempuannya dengan adik laki-laki mereka. Cho Nam Joo mendeskripsikan sangat jelas bagaimana kasih sayang yang mereka dapatkan dari ayah dan nenek mereka jelas-jelas sangat berbeda contohnya Kim Ji Yeong dan kakaknya tidak memiliki kamar tidur pribadi dan pada saat makan mereka selalu mendapatkan bagian yang paling kecil dibandingkan dengan adik laki-laki mereka (hal 21). Kisah-kisah yang dialami Kim Ji Yeong bukan lagi sebuah cerita fiktif namun benar-benar terasa nyata apabila dibandingkan dengan kehidupan sosial budaya timur yang masih memegang teguh sistem patriarki.

    Alur cerita yang digunakan oleh penulis adalah alur campuran yaitu maju mundur yang memberikan gambaran jelas terhadap akar permasalahan yang dialami oleh Kim Ji Yeong sebagai tokoh utama. Bab pertama menceritakan langsung situasi dan permasalahan yang dihadapi oleh tokoh utama saat ini dan di bab-bab selanjutnya penulis membawa kita ke beberapa tahun silam dari masa Kim Ji Yeong lahir hingga dia menikah dengan suaminya. Setelah bab pertama pembaca dapat mengerti alur perkembangan karakter Kim Ji Yeong dan permasalahn yang dihadapinya sehingga kita dapat mengerti akar permasalahan dari tokoh utama dalam novel tersebut.  Cho Nam Joo juga tidak lupa memberikan informasi aktual yang terjadi dalam timeline kehidupan Kim Ji Yeong dari 1982 hingga 2016.

Review

    Novel Kim Ji Yeong, Lahir 1982 adalah novel pertama yang saya ulas dalam blog ini. Saya menyukai buku ini bukan hanya karena alur cerita yang ditulis dengan sangat baik tetapi juga penulis memberikan banyak informasi kepada pembaca tentang sistem patriarki yang masih terjadi di Korea Selatan. Cho Nam Joo juga tidak lupa memberikan catatan kaki tentang beberapa informasi tambahan seperti istilah (hal.54), sumber berita (hal.157), bahkan sumber data statistik (hal.145) yang digunakan sebagai bahan pelengkap dalam novel karyanya tersebut. Saya sangat menyukai bagaimana gaya penulisan Cho Nam Joo yang memperkenalkan tokoh Kim Ji Yeong kepada pembaca secara sistematis mulai dari dia dilahirkan sampai pada saat dia berkeluarga. Tidak lupa saya juga mengapresiasi cara penulisan Cho Nam Joo yang mendeskripsikan perasaan Kim Ji yeong dan tokoh lainnya yang sangat detail dan tidak berlebihan sehingga kita yang membacannya ikut “geregetan” turut merasakan perasaan yang dialami masing-masing tokoh dalam novel. Klimaks dan akhir cerita ini benar-benar membuat perasaan pembaca bercampur aduk dan memberikan nilai moral tak terhingga kepada pembaca untuk berani untuk bersuara.

Kuy Baca!

    Kim Ji Yeong, Lahir 1982 adalah novel yang sangat baik untuk kamu yang tertarik dengan isu – isu perempuan. Novel ini memiliki nilai moral yang luar biasa kepada kita untuk tidak saling menghakimi. Setelah membaca Kim Ji Yeong, Lahir 1982 saya menyadari betapa pentingnya “Woman empowering woman” sebagai perempuan kita harus saling memberikan semangat dengan tidak menjatuhkan satu sama lain baik itu dengan perbuatan atau lisan kita. Eittss sebelum membaca novel ini siapkan emosi kalian ya… biar ngak kekuras habis karena kisahnya. Akhir kata selamat membaca dan semoga bermanfaat.

“Lagi pula, aku belum tahu apakah aku akan menikah atau tidak, atau apakah aku akan punya anak atau tidak. Malah, mungkin saja aku sudah mati sebelum semua itu terjadi. Kenapa kita harus mempersiapkan diri untuk masa depan yang belum tentu akan terjadi, dan bukannya menjalani hidup dengan melakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang.” (Kim Ji Yeong, Lahir 1982, 70)

 

Rating : 8.5/10

Leave a Reply